pengertian transformator

⚙️Pengertian Transformator dan 5 Hal yang Berhubungan denganya! Bonus Rumus

Pengertian Transformator – Dengan banyaknya rumah yang selalu dialiri listrik, yang umumnya berarus 220V, di rumah kita bisa menikmati acara di televisi, menyalakan PC ataupun mengisi daya gadget, lampu bisa menyinari ruangan, masak nasi dengan rice cooker, hingga terbantunya kita dengan mesin cuci yang ada di rumah.

Tapi dari mana, sih arus listrik yang 220V ini? Arus ini adalh jenis arus bolak-balik atau Alternating Current yang asalnya dari PLN yang kita bayar setiap waktunya. Di PLN sendiri arus listriknya bisa menyentuh puluhan sampai ratusan kilo Volt, dan diturunkan menjadi 220V, dengan alat yang dinamakan Transformator.

Nah, sekarang kita akan mengetahui tentang pengertian transformator. Bukan hanya pengertian transformator saja, tapi kita akan pelajari hal-hal yang berhubungan dengan transformator. Yuk, kita simak.

Pengen tau bagaimana jaringan komputer bekerja? Baca pengertian komputer dan 4 hal yang wajib kalian tahu!

Pengertian Transformator/Trafro

pengertian transformator

Trafo atau Transformator adalah alat listrik yang digunakan untuk mengubah taraf suatu tegangan AC ket taraf yang lainya. Contoh dari mengubah taraf adalah menurunkan tegangan AC dari 220VAC menjadi 12VAC atau menaikan tegangan 110VAC ke 220VAC.

Transformator ini bekerja sesuai dengan prinsip induksi elektromagnet dan hanya bisa bekerja dengan tegangan yang arusnya bolak-balik (AC). Peran transformator ini sangatlah penting untuk pendistribusian tenaga listrik.

Bayangkan jika ratusan kilo volt dari PLN tidak di-distribusikan ke setiap rumah atau perkantoran? Pastinya kita akan susah dalam beraktivitas sehari-hari, kan?

Fungsi Transformator

pengertian transformator fungsi transformator

Tadi sudah tau, kan? Betapa pentingnya transformator dalam pendistribusi-an arus listrik atau menaikan arus listrik ke suatu titik. Sekarang kita akan perjelas lagi fungsi dari trafo ini.

Funsi transformator adalah pengubahan suatu tegangan dan arus listrik dari suatu level ke level yang lain sesuai kebutuhanya.

Dengan fungsinya yang sangat berguna inilah, banyak digunakan di tekknik listrik atau arus yang kuat, dan teknik elektronika atau arus yang lemah, tentu saja trafo yang digunakan berbeda juga. Kalau dalam teknik listrik arus yang kuat, trafo biasanya berukuran besar yang digunakan. Sedangkan jika untuk arus yang lemah, trafo digunakan pada blok power supply yang bertujuan penurunan tegangan sebagai rangkaian supply.

Contoh mudahnya trafo yang digunakan di rumah adalah trafo step down (untuk penurunan tegangan) yang digunakan pada perangkat audio. Namun tidak semua perangkat sekarang memiliki trafo, karena sudah banyak yang memiliki power supply switching di dalamnya.

Nah, kalau untuk yang tegangan arus listrik, contohnya adalah PLN seperti yang kita bahas dari tadi.

Selain untuk distribusi atau transmisi listrik, ada juga fungsi tranformator lainya. Simak berikut ini:

Rangkaian Kontrol

Langsung contohnya aja, ya? Komputer yang biasa kita pakai menggunakan transformator yang berguna untuk menurunkan tegangan yang bertujuan mengontrol tegangan atau menjadi tegangan kontrol.

Di Pabrik juga menggunakan transformator yang digunakan pada men-energize dan men-dienergize kontraktor untuk menghidupkan dan mematikan motor induksi.

Rangkaian Pengatur Frekuensi

Selain listrik, frekuensi juga bisa diatur besaran yang dihasilkanya dengan transformator atau trafo. Transformator yang digunakan untuk fungsi inipun terbilang kecil.

Prinsip Kerja

Sudah tau, kan? Pengertian transformator itu apa dan apa fungsinya. Sekarang kita perlu tau, nih gimana kerja dari transformator tersebut, atau bisa dibilang prinsip kerja transformator.

Pada dasarnya transformator yang sederhana terdapat 2 lilitan atau kumparan kawat yang terisolasi (kumparan primer dan kumparan sekunder). Umumnya kumparan kawat yang terisolasi ini dililitkan pada besi yang disebut sebagai inti besi atau core.

Saat kumparan primer dialiri dengan arus AC atau bolak-balik, akan menghasilkan medan magnet atau fluks magnetik disekitarnya. Fluks magnet itu akan dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang dialirinya.

Arus listrik semakin besar, besar juga medan magnetnya. Fluks magnet yang ada di kumparan primer akan induksi gaya gerak listrik (GGL) dan terjadinya limpahan daya di kumparan primer ke kumparan sekunder.

Hasilnya, berubahnyan taraf tegangan listrik, baik tegangan yang tinggi menjadi lebih rendah, ataupun sebaliknya.

Lalu, core atau inti besi pada transformator adalah kumpulan lempengan besi yang tipis, terisolasi dan ditempel berlapis-lapis untuk memudahkan jalanya fluks magnet yang sudah dihasilkan oleh arus listrik kumparan dan berguna pada pengurangan suhu panas yang sering ditimbulkan.

Adapun bentuk lempengan besi yang menjadi bentuk inti transformator, ada beberapa bentuk:

  • E-I Lamination
  • E-E Lamination
  • L-L Lamination
  • U-I Lamination
pengertian transformator prinsip kerja transformator

Kumparan sekunder memiliki rasio lilitan yang berpengaruh pada kumparan primer untuk menentukan rasio tegangan di kedua kumparan tersebut.

Contohnya nih, 1 dari lilitan kumparan primer dan 10 lilitan yang ada pada kumparan sekunder, bisa menghasilkan tegangan 10x lipar daripada tegangan input di kumparan primer. Ini biasanya ada di jenis transformator step up.

Begitupun sebaliknya, 10 lilitan kumparan primer dan 1 lilitan kumparan sekunder, hasilnya 1/10 tegangan input pada kumparan primer. Kalau yang ini disebut transformator step down.

Bingung apa itu konektor? Yuk, baca pengertian konektor dan 7 jenis konektor paling populer.

Jenis-jenis Transformator

Beda jenis, beda juga keunggulan dan fungsi dari transformator ini. Transformator ini memiliki beberapa jenis yang umum, berikut jenis-jenis dari transformator:

Trafonsformator Step Down

jenis transformator step down

Trafo Step Down adalah trafo yang beguna untuk menurunkan tegangan (kumparan) primer menuju sekunder, maka tegangan pada sekunder menjadi lebih kecil. Berikut contohnya:

Transformator Step Up

jenis transformator step up

Kebalikan dari step down, trafo ini berguna untuk menaikan tegangan dari (kumparan) primer menuju sekunder dengan jumlah lilitan di bagian primer menjadi lebih sedikit (Ns > Np). Berikut contohnya:

Transformator Daya

jenis transformator daya

Jenis trafo yang satu ini berguna untuk mengalirkan daya listrik yang teganganya rendah menjadi tinggi ataupun sebaliknya. Contohnya PLN mengalirkan listrik ke rumah-rumah.

Trafo IF

jenis transformator IF

IF atau Intermediate Frequency, nah ini trafo yang mengatur frekuensi yang biasanya digunakan pada radio-radio yang sering kita jumpai, entah kalian penggemar AM ataupun FM.

Trafo Power Supply (Adaptor)

Jenis transformator power supply

Dikenal juga dengan trafo adaptor yang biasa mengubah tegangan dari arus AC menuju arus DC. Jenis ini banyak sekali pilihan tegangan ataupun arus, jadi banyak variasinya.

Konstruksi Transformator

Setelah kita sudah mengetahui pengertian transformator dan hal-hal yang berhubungan dengan transformator, sekarang ada dua poin lagi yang perlu kalian tau, konstruksi dan (bonus) rumus menghitungnya.

Sekarang kita ke konstruksi transformator.

Umumnya trasnformator terdiri dari dua hal: Inti trafo (core) dan Lilitan kumparan. Mari kita bahas satu-satu dari inti trafo dulu.

Inti Trafo (Core)

inti besi core

Terbuat dari beberapa bahan (udara juga bisa menjadi bahan inti trafo), namun biasanya inti trafo terbuat dari besi. Gunanya apa? Untuk memudahkan jalanya flux atau medan magnet yang muncul saat lilitan kumparan dialiri arus listrik.

Selain itu, besi inti core ini juga memberikan panas dari lilitan tembaga yang bisa terbakar, dan trafo tidak akan terjadi overheat karena terbakar.

Lilitan Kumparan

lilitan transformator

Ada juga nama lain dari lilitan kumparan, yaitu coil. Tadi juga sudah disebutkan kalau kumparan ini ada dua bagian yaitu primer dan sekunder, ya. Tadi juga sudah dibahas dikit tentang saling berhubunganya jumlah lilitan primer dengan sekunder. Silahkan scroll ke atas lagi, ya.

Rumus Trasnformator

Rumus transformator

Setelah diawali dengan pengertia transformator, sampai juga di penghujung artikel yaitu rumus transformator. Penting banget buat para pelajar yang belajar tentang transformator.

Langsung liat aja ya rumusnya bagaimana hehehe.

  • Vp: Tegangan bagian primer dalam satuan volt
  • Vs: Tegangan bagian sekunder dalam satuan volt
  • Np: Jumlah lilitan kumparan primer
  • Ns: Jumlah lilitan kumparan sekunder
  • Ip: Besaran arus bagian primer (di-input dalam Ampere)
  • Is: Besaran arus bagian sekunder (di-ouput dalam Ampere)

Penutup

Itulah beberapa hal yang perlu kalian ketahui tentang Transformator, mulai dari pengertian transformator, fungsinya, prinsip kerja, konstruksi, jenis, hingga rumusnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian yang mencari jawaban tentang transformator. Sampai jumpa lagi!

Leave a Comment