Pengertian-relay

Pengertian Relay dan 6 Hal Tentang Relay yang Wajib Kita Tau!

Pengertian dan Fungsi Relay – Penggunaan utama Relay terlihat dalam sejarah yang digunakan sebagai mengirim dan menerima informasi, yang disebut sebagai kode morse di mana sinyal input menggunakan 1 atau 0. Perubahan sinyal ini secara mekanis dicatat dalam bentuk On dan Off.

Bohlam lampu atau bunyi ‘bip’ diartikan sebagai pulses of 1s dan 0s yang dikonversi secara mekanis sebagai On dan Off, menggunakan elektromagnet.

Kemudian ini di-improvisasi dan digunakan dalam berbagai macam aplikasi. Mari kita lihat bagaimana elektromagnet ini bertindak sebagai sakelar dan mengapa dinamai RELAY!

Baca juga:

Pengertian Jaringan Komputer dan 4 Hal Lainya yang Wajib Diketahui!
Pengertian LED, Fungsi, Jenis, dan Sejarahnya!

Pengertian Relay

pengertian relay

Secara kamus, relay berarti suatu tindakan meneruskan sesuatu dari satu hal ke hal yang lain, makna yang sama dapat diterapkan ke perangkat ini karena sinyal yang diterima dari satu sisi perangkat mengontrol operasi switching di sisi yang lain.

Jadi relay adalah saklar yang mengontrol (membuka dan menutup) sirkuit secara elektromekanis.

Relay diklasifikasikan menjadi banyak jenis, relay standar dan yang umum digunakan terdiri dari elektromagnet yang umumnya digunakan sebagai sakelar. Operasi utama perangkat ini adalah untuk membuat atau memutuskan kontak dengan bantuan sinyal, tanpa keterlibatan manusia untuk mengaktifkan atau non-aktifkan.

Ini terutama digunakan untuk mengontrol sirkuit bertenaga tinggi menggunakan sinyal berdaya rendah. Umumnya sinyal DC digunakan untuk mengontrol rangkaian yang digerakan oleh tegangan tinggi seperti mengendalikan peralatan rumah, dengan sinyal DC dari mikrokontroler.

Desain Relay

Relay elektromekanis pada dasarnya dirancang dan dibuat menggunakan beberapa bagian mekanis seperti elektromagnet, movable armature, kontak, yoke, dan pegas/frame/stand. Bagian-bagian ini akan ditampilkan dalam gambar internal relay di bawah ini. Semua ini diatur secara logis agar bisa membentuk relay.

desain relay
desain relay 2

Kita akan menjelaskan bagian-bagian mekanik pada internal relay. Here we go!

  • Elektromagnet

Elektromagnet memainkan peran utama dalam kerja relay ini. Adalah logam yang tidak memiliki sifat magnetik tapi dapat dikonversi menjadi sebuah magnet, dengan bantuan dari sinyal listrik.

Kita tau bahwa ketika arus melewati konduktro, ia memperoleh sifat-sifat magnet. Jadi, ketika logam berkelok-kelok dengan kawat tembaga dan digerakan oleh daya yang cukup, logam itu dapat bertindak sebagai magnet dan dapat menarik logam, yang masih berada dalam jangkauanya.

  • Movable Armature

Movable Armature atau armature bergerak adalah potongan logam sederhana yang diseimbangkan pada poros atau dudukan. Ini membantu dalam membuat atau memutuskan koneksi dengan kontak yang terhubung denganya.

  • Kontak

Ini adalah konduktor yang ada di dalam perangkat dan terhubung ke terminal.

  • Yoke

Yoke adalah potongan logam kecil yang dipasang pada inti untuk menarik dan menahan armature ketika coil diberi energi.

  • Spring (opsional)

Beberapa relay tidak memerlukan pegas apa pun tetapi jika digunakan, akan terhubung ke salah satu ujung armature untuk memastikan pergerakanya yang mudah dan bebas. Alih-alih pegas, struktur yang seperti metal stand dapat digunakan.

Konstruksi Relay dan Operasinya

Gambar berikut menunjukan bagaimana relay terlihat secara internal dan bagaimana bisa dibuat.

pengertian relay, konstruksi dan operasinya

Pada sebuah casing, sebuah inti dengan gulungan tembaga (membentuk sebuah gulungan) yang dililitkan di atasnya. Movable Armature terdiri dari penyangga pegas atau struktur seperti dudukan yang terhubung dari penyangga pegas atau struktur seperti dudukan yang terhubung ke satu ujung, dan kontak logam yang terhubung ke sisi lain. Semua pengaturan ini ditempatkan di atas inti sehingga ketika kumparan diberi energi, akan menarik armature.

Movable armature biasanya dianggap sebagai terminal umum yang harus dihubungkan ke sirkuit eksternal. Relay juga memiliki dua pin yaitu yang biasanya tertutup dan dibuka (NC dan NO), pin yang biasanya tertutup akan terhubung ke armature atau common terminal. Sedangkan pin yang biasanya terbuka, akan bebas (ketika coil tidak diberi energi).

Ketika coil diberi energi, movable armature dan terhubung ke kontak yang biasanya terbuka sampai ada aliran arus melalui coil. Ketika de-energized, ia akan pergi ke posisi semulanya.

Representasi rangkaian umum dari relay adalah seperti yang ada pada gambar di bawah ini.

pengertian relay, konstruksi dan operasinya

Bagaimana Cara Kerja Relay

  • Relay dalam kondisi Normally Closed:

Ketika tidak ada tegangan yang diterapkan ke inti, tidak dapat menghasilkan medan magnet apapun dan tidak akan bertindak sebagai magnet. Oleh karena itu, tidak dapat menarik movable armature. Jadi, posisi awal itu sendiri adalah armature yang terhubung dalam posisi tertutup normal atau Normally Closed (NC).

cara kerja relay dalam pengertian relay
  • Relay dalam kondisi Normally Opened

Ketika tegangan yang cukup diterapkan ke inti mulai membuat medan magnet di sekitarnya dan bertindak sebagai magnet. Karena movable armature ditempatkan dalam jangkauanya, ia akan tertarik pada medan magnet yang diciptkan oleh core atau inti, sehingga posisi armature tersebut diubah.

Sekarang terhubung ke pin yang biasanya dibuka dari relay dan sirkuit eksternal yang terhubung denganya berfungsi dengan cara yang berbeda.

Catatan: Fungsi sirkuit eksternal tergantung pada koneksi yang dibuat ke pin relay.

Jadi akhirnya, kita dapat mengatakan bahwa ketika sebuah kumpara diberi energi, armature tertarik dan aksi switching dapat dilihat, jika kumparan tersebut tidak di-energized, ia kehilangan properti magnetiknya dan armature itu kembali ke posisi semula.

Anda dapat memeriksa cara kerja relay di animasi yang ada di bawah ini:

Jenis-jenis Relay

Selain relay elektromagnetik, ada banyak jenis relay yang bekerja dengan prinsip yang berbeda pula. Kalsifikasinya sebagai berikut.

Jenis relay berdasarkan prinsip operasi

  • Electrothermal Relay

Ketika dua bahan berbeda disatukan menjadi bentuk bimetallic strip. Ketika strip ini diberi energi, ia cenderung menekuk, properti ini digunakan sedemikian rupa sehingga sifat lentur membuat hubungan dengan kontak.

  • Electromechanical Relay

Dengan bantuan beberapa bagian mekanis dan berdasarkan pada properti elektromagnet, sambungan dibuat dengan kontak.

  • Solid State Relay

Alih-alih menggunakan bagian mekanik seperti pada relay elektrotermal dan elektromekanis, ia menggunakan perangkat semikonduktor. Jadi, kecepatan switching perangkat dapat dibuat lebih mudah dan lebih cepat.

Keuntungan utama dari relay ini adalah masa pakai yang lebih lama dan operasi switching yang lebih cepat dibandingkan dengan relay lainya.

  • Hybrid Relay

Ini adalah kombinasi dari relay elektromekanis dan solid state.

Jenis Relay Berdasarkan Polaritas

  • Polarized Relay

Ini mirip dengan electromechanical relay tapi ada magnet permanen dan elektromagnet di dalamnya. Pergerakan armature tergantung pada polaritas sinyal input yang diterapkan pada coil. Digunakan dalam aplikasi telegraphy.

  • Non-Polarized Relay

Coil dalam relay ini tidak memiliki polaritas dan operasinya tetap tidak berubah bahkan jika polaritas sinya input diubah.

Kombinasi Pole dan Throw

Switches atau sakelar dikategorikan berdasarkan jumblah kombinasi dari Pole dan Throw. Pole dapat dianggap sebagai terminal input dan bagian bergerak yang terhubung. Sedangkan Throw adalah terminal outputnya.

Berikut klasifikasi atau kategorinya.

Single Pole, Single Throw (SPST)

Hanya terdiri dari 1 Pole dan 1 Throw. Secara umum, jalur ditutup atau dibuka (tetap tidak terhubung dengan terminal apapun). Tombol tekan adalah contoh terbaik dari jenis ini.Kita kita menekan tombol, kontak berada di posisi terbuka, yang dapat dipahami dari gambar di bawah ini.

Single Pole SIngle Throw SPST

Single Pole, Double Throw (SPDT)

Jenis sakelar ini hanya terdiri dari satu Pole tapi memiliki dua Throw. Jadi, kontak selalu dilakukan ke salah satu terminal. Sakelar geser dapat dianggap salah satu contohnya. Slider selalu terhubung ke salah satu kontak yaitu, jalur tertutup selalu ada di setiap terminal yang terhubung ke sirkuit.

Single Pole Double Throw SPDT

Double Pole, Single Throw (DPST)

Memiliki dua Pole dan satu Throw. Kontak dibuka dan ditutup yang dilakukan secara bersamaan. Sakelar yang Toggle berfungsi di jenis ini. Ketika sakelar dipindahkan dari satu posisi ke posisi lain, kedua kontak akan dipindahkan secara bersamaan.

Double Pole Single Throw

Double Pole, Double Throw (DPDT)

Jenis sakelar ini memiliki dua Pole tapi masing-masing Pole juga punya dua Throw. Jadi, ini dinamai lemparan ganda dan aksi switching dilakukan secara serupa dan simultan untuk kedua kutub. Sakelar pada pemangkas standar adalah DPDT karena saat pengisian daya dan ketika sakelar dalam keadaan aktif, secara otomatis berhenti mengisi. Berarti sakelar dibuka secara internal di sirkuit pengisian.

Double Pole Double Throw DPDT

Fungsi Relay dan Aplikasinya

Kita sudah mengetahui pengertian relay, dan segala yang berhubungan dengan relay dan pengertian relay. Sekarang kita akan mengetahui fungsi-fungsi dari yang kita sebutkan di atas.

Aplikasi relay tidak terbatas. Fungsi Relay utamanya adalah untuk mengontrol rangkaian tegangan tinggi (230V AC) dengan tegangan yang rendah (tegangan DC).

  1. Relay tidak hanya digunakan di sirkuit listrik besar tapi juga digunakan di sirkuit komputer untuk melakukan operasi aritmatika dan matematika di dalamnya.
  2. Digunakan untuk mengontrol sakelar mobil listrik. Untuk menghidupkan sebuah motor listrik kita memerlukan pasokan AC 230V tapi dalam beberapa kasus dan aplikasinya, mungkin ada situasi untuk menghidupkan motor dengan tegangan suplai DC. Dalam kasus tersebut, relay dapat digunakan.
  3. Stabilisator otomatis adalah satu satu aplikasi di mana relay digunakan. Ketika tegangan suplai, yang lain dari tegangan pengenal, rangkaian relay merasakan variasi tegangan dan mengontrol sirkuit beban dengan bantuan pemutus sirkuit.
  4. Digunakan untuk pemilihan rangkaian jika ada lebih dari satu sirkuit dalam suatu sistem.
  5. Digunakan di televisi. Sirkuit internal televisi tabung gambar lama berfungsi dengan tegangan DC tapi tabung gambar membutuhkan tegangan AC yang sangat tinggi, untuk menghidupkan tabung gambar dengan pasokan DC, kita bisa menggunakan Relay.
  6. Digunakan dalam pengontrol sinyal lalu lintas, pengontol suhu.

Penutup

Nah, kita sudah dipenghujung pembahasan. Jika kalian masih belum banyak paham, kami akan memberikan video rekapan tentang si relay ini. Mulai dari pengertian relay, cara kerja relay, dan sebagainya.

Oke, kita cukupkan saja sampai sini. Jangan lupa share dan comment, ya 🙂 Dadah!

Leave a Comment